Siapa yang tidak tahu film Dilan 1990, Film yang kini menjadi film terlaris nomer 2 di Indonesia (tanggal 11 Maret 2018). Sebelum Filmnya Laris manis seperti sekarang, Bagi Seorang Marketer Handal sebenarnya sudah paham tentang tanda-tanda kelarisannya. Apa itu?

Ya, Novelnya sudah terjual Mega Embuh Teuing Best Seller (berat menghitungnya)

Prosedur film dilan mungkin salah satu Marketer terbaik, Mereka sudah paham banget tentang ilmu marketing Basic dan ampuh ini, Sesuatu yang Laris, tinggal scale Up atau secera sederhananya di Maksimalkan Potensi.

Kata Legend Marketing Rully Kustandar Mah “Make Better Scale Up” atau kata Mas Jaya Setiabudi “Buka Langsung Laris”

Ini rumus sederhana yang selalu digunakan Marketer hampir dari dulu, Contoh kasusnya, Banyak Film yang diambil dari novel yang laris dan dijadikan Film dan ikut laris juga. Ya walaupun tidak semua, Biasanya bukan faktor rumusnya tetapi dari segi Esekusinya yang kurang Oke.

Dan apakah teman-teman tahu bahwa rumus tersebut masih sangat ampuh digunakan pada saat ini pada hal apapun terutama bisnis dan bahkan sampai kapanpun? Yups Karena Ini adalah Basic.

Contohnya adalah Penjual Dropshiper Marketplace, Para Dropshiper handal biasanya riset terlebih dahulu ketika ingin menjual sesuatu barang. Ya, Riset utama mereka adalah prodak apa yang laris dan ratingnya cukup bagus.

Karena sudah terbukti laris dan bagus kualitasnya, Mereka biasanya langsung mencoba menjual lagi, Tentu di media yang berbeda dan Cara berbeda seperti dari novel ke film, Nah kalau Dropshiper Marketplace biasanya dari Marketplace ke Facebook Ads.

Hasilnya? Tengoklah Para Dropshiper Kaya atau Mastah-mastah.

Apalagi jika Dropshiper prodak Luar, Beh dolar semua tuh.

Atau Dropshiper Importir, Prodak yang Laris di luar Negeri mereka jual ke Lokal. Gurih gan #katanya

Rumus

Prodak Laris >> Scale Up (Beda media = Marketplace ke Fb Ads, Beda Lokasi= Luar Negeri ke Lokal, Dari Kota ke Desa.

Contoh lainnya dari Luar Negeri ke Lokal, Seperti Uber Laris diluar, Ke Indonesia jadi G*jek.

Oke Kembali Ke Tengtop Laptop.

Kini Dilan berencana mengambil tahta film terlaris di Indonesia. Walaupun sudah semakin turun penontonnya, Dilan menolak turun Layar, Strategi pemasarannya kembali diupdate dengan prinsip yang sama scale up, Namun berbeda media.

Kini Mereka menggunakan Komunitas yang telah terbentuk.

Di akun Instagram Film.dilan1990 Official, kini sedang banyak acara menonton film dilan bareng, strategi marketingnya menurut saya sangat Oke, Memanfaatkan komunitas pecinta dilan untuk nonton kembali dan ikut mengundang beberapa bintang tamu dari bagian film dilan, Seperti penulisnya yaitu Ayah Pidi Baiq

Yang tadinya sudah menonton tetapi karena ada teman-teman yang lain kumpul dan penasaran dengan bintang tamunya, Mereka kembali ingin menonton kalau begini.

Ya, Ini ilmu Marketing Basic, “Keramaian mengundang Keramaian” dan Komunitas adalah terget yang yang tersegmen. Dengan begini Tahta film terlaris di Indonesia bukan tidak mungkin bisa diraih.

(Segmen itu kalau di SEO seperti kita lihat jumlah rata-rata keyword di keyword planner atau di Fb Ads seperti Audience insight, audience ada.)

Ini seperti prinsip Euporia Scale Up, Karena orang-orang ikut merayakan, kita ikut-ikutan terbawa juga. Contoh lainnya seperti Euporia piala dunia, Tidak semua orang suka bola tapi mereka ikut terbawa.

Nah kalau saya menyebutnya Scale Up Euporia, Thanks Semoga Bermanfaat

Sedikit tambahan, Berikut Perolehan Suara dilan saat ini

Kita lihat saja apakah bisa menggulingkan Warung DKI Reborn atau tidak si Dilan ini

Jangan Nonton Dilan berkali-kali, BERAT ! Biar Aku saja” Komunitas Pecinta Dilan

=========================================================================================

Ingin buat webiste dan langsung menghasilkan? Bisa kesini >> Jasa Pembuatan Website Profesional + SEO

Share This

Share This

Share this post with your friends!